hidup dan kehidupan

Just another Blogdetik.com weblog

lapar puasa

Paradoksial di sekitar kita
Salah satu tulisan Pak Nuh, Menkominfo RI, yang selalu saya ingat adalah tema tentang paradoksial. Sesuatu yang bertentangan tetapi ada dalam satu kejadian yang sama. Contoh gamblang yang disampaikan Pak Nuh adalah soal lab, laboratorium. Di dalam lab, khususnya di almamater beliau, ITS Surabaya, terdapat barang-barang dan peralatan yang mahal. Dalam 1 lab, nilai asset nya bisa mencapai milyaran rupiah. Tapi pernahkah kita memperhatikan system keamanan lab itu? Sebuah lab, yang di dalamnya terdapat asset mliyaran rupiah, pintunya ‘diamankan” dengan sebuah “gembok”. Ya sebuah gembok. Atau ada beberapa lab yang memakai dua gembok. Sungguh paradok, karena ‘harga” sebuah gembok, saya yakin “hanya” beberapa puluh ribu. Sangat paradoksial, “harta” milyaran rupiah di dalam lab, hanya diaman kan dengan beberapa puluh ribu.
*
Di akhir Romadlon(tulisannya bener gak ya???) 1430H ini, banyak kita jumpai paradoksial di sekitar kita. Bahkan mungkin kita sendiri yang melakukannya. Karena sudah menjadi tradisi lebaran, kita sibuk mempersipakan dan menyamput Lebaran. Ada yang dengan pakaian, ada yang mempersiapkan kue atau menyiapkan uang ‘receh” untuk di bagi keponakan. Disaat yang sama, terdapat sodara sebangsa kita yang “mendapat” bencana kelaparan di Yahukimo. Saya juga heran koq tidak ada media yang mengekspos? Padahal kalo saja ini musim kampanye, pasti bias di jadikan “jualan” untuk mengkritik pemerintah. Gaung kelaparan di Yahukimo masih kalah dengan berita soal arus mudik, banyaknya peneyedia jasa penukaran uang “receh”, atau soal biaya pelantikan Anggota DPR dan DPD terpilih yang mencapai milyaran rupiah. Saya jadi ingat guyonan bang ruhut di salah satu tv nasioanal, uang segitu kalo di belikan kerupuk dapat berapa ya? Apalagi kalo dibuat beli cincau, bisa banjir tuh Jawa. Ini bukan guyonan garing, tapi kelaparan di Yahukimo sudah “memakan” 39 nyawa.
*
Jadi ingat lagu teman-teman pengamen.
“ itulah Indonesia…”
Di satu sisi pemerintah buang-buang uang milyaran hanya untuk “pelantikan”, di saat yang lain nyawa melayang karena kelaparan. Puasa ini jadi lapar atau gak ya? Seharusnya nilai dan semangat puasa bisa terpancar dalam perilaku kehidupan kita( tentunya juga pemerinta,red).
Oke teman-teman, puasa tinggal beberapa hari. Saya yakin semua pasti sibuk. Sibuk packing, sibuk cari tiket, sibuk nyiapin parcel, sibuk beli baju…. Pokoknya “sibuk”.
Semoga kesibukan kita tidak melupakan esensi puasa kita…

Sudut Pandang

seorang Guru membawa sebuah kubus ke dalam kelas. yang setiap sisinya berbeda warna. ada warna merah,kuning, hijau, biru, coklat dan hitam. Sang Guru bertanya pada murid-muridnya,

“warna apa yang kau lihat di kubus ini?”

“merah, hijau, kuning, biru , hitam, coklat” semua murid menjawab dengan yakin.

Guru, dengan sabar mengulang pertanyaan,

“warna apa yang kalian lihat di depan kalian saat ini?”

semua murid diam, memikirkan apa maksud pertanyaan Sang Guru.

“Hijau”, jawab seorang murid di bangku depan. memang warna sisi kubus yang di depan dia adalah hijau. Sang Guru mengangguk.

“benar, hijau”

“jadi apa warna yang kalian lihat saat ini?” ulang Guru kepada murid-murid nya.

“HIJAUUUU!!!” jawab seluruh isi kelas.

” Alfin, coba kau maju ke depan. silakan berdiri di samping kubus ini, dan apa warna yang kamu lihat.” perintah Guru kepada seorang muridnya.

Alfin maju, berdiri di samping kanan kubus dan menjawab pertanyaan Guru, ” Biru, pak.”

“Bagus”, kemudian Guru bertanya kepada murid -murid di depannya,

“apa warna yang kalian liihat?”

“HIJAUUU!!!”

“Alfin, warna apa yang kamu lihat?”

“Biru” jawab Alfin.

” silakan duduk Alfin, Anak-anak apa yang kalian pelajari barusan? Tanya Guru.

***

dalam hidup sering kali kita berbeda pendapat. kadang-kadang perbedaan pendapat itu bisa menimbulkan perpecahan dan perselisihan. apa yang kita anggap benar, belum tentu benar bagi orang lain. begitu juga sebaliknya, apa yang dianggap orang lain benar belum tentu benar bagi kita. Dan kita tidak harus mengikuti apa yang diyakini orang lain benar.

Satu masalah, bisa bermacam-macam penilaian orang.  semua itu bergantung darimana sudut pandang mereka melihat. Sebagai orang yang berpendidikan dan belajar bijaksana, kita harus bisa melihat permasalahan dari segala sisi atau sudut pandang. Sehingga kita tidak harus memaksakan kebenaran pendapat kita.

Maka sangat tepat apabila ada pepatah, orang lain adalah cerminan diri kita. Karena kita bisa belajar dewasa dengan menghargai pendapat orang lain. kita bisa menerima masukan, kritik dan pendapat dari orang lain. Tanpa kita merasa tersinggung atau diremehkan.

kita mudah tersinggung, biasanya karena kita merasa kita lebih. Lebih baik, lebih pintar, lebih hebat atau juga lebih Ganteng. :-) hehehe. Sehingga pendapat orang lain, meski kadang lebih baik, tidak kita terima. karena kita merasa gengsi kalah sama orang lain.

akhirnya sebagai Calon Pemimpin Bangsa, mininam Bangsa Keluarga,  mari kit abelajar enjadi dewasa dan bijaksana. DAN JANGAN MUDAH TERSINGGUNG. kalau mudah tersinggung nanti akan cepat tua, hahahahaha

I LUP YU PULLLL…….

kejutan di pagi hari

Kriiinnngggg.
Kriiiinnnggg.
Suara HP q berdering. Jam berapa ini, nelpon pagi-pagi sekali. Aq lihat penanda waktu di layar HP. Jam 02.30. kemudian q lihat nama Mxxxxxx memanggil di layar HP. Buset, ngapain nih orang. Jam segini nelpon aq. Apa sebegitu pentingnya, sehingga tidak bias menunggu pagi hari.
Antara sadar dan tidak, aq mengangkat HP ke telinga. Dengan tetap tidur di atas kasur yang nyaman.
“mmmhhhhh, yaaaaa. Ada apa Mas?”
“Gik, kamu dimana?” Tanya suara dalam telpon.
“ aq di Situbondo mas. Napa?” jawabku dengan suara berat.
“Lho kamu gak balik Ke Surabaya? Semua sudah balik, barusan nyampai. Nanti jam 9 ada evaluasi lho?
“ Haaahhhhh, sudah balik?bukannya dragon balik nya sabtu besok?aq lho tadi disuruh nunggu barang-barangnya.”
Aq langsung terpana tak percaya. Sambil masih menguap aq bangun dari tidur q. apa benar ini, atau hanya mimpi?
“Lho iya,rencanany begitu. Tapi ini mendadak banget. Tadi bu Txxxxxx nelpon, semua harus ikut evalusi. Jadi tadi itu langsung balik ke Surabaya sama pak Bxxxxx. Ini lho ada yang mau ngomong.”
“halo, Sugik” suara wanita di seberang.
“ Iya mbak”
“ Ini aq Dxxxx, kamu dimana?”
“ Di pasir putih, Situbondo”
“ Lho, kamu koq masih disana? Semua kan sudah balik. Nanti evaluasi jam 9, harus datang lho”
“ Sek mbak sek mbak, koq jadi kacau begini. Tadi malem aq disuruh dragon jaga barang disini. Trus yang lain paking barang di Suboh, tempat peltihan kemarin. Trus nanti balik lagi ke sini ngantar Dragon dan yang mau jalan-jaln di Pasir Putih besok pagi. Yang pulang langsung sama pak Bxxxxx. Trus mas Dragon kemana?”
“ Dragon sekarang sudah disini, kamu sekarang balik ke Surabaya naik bus. Hotelnya kamu talangin dulu trus barang-barang Dragon kamu bawa.”
“ HHHAAAAAHHHHHH???????” teriak q kaget.
“ Seng bener iki mbak, jam piro iki. Ono bes tah?terus piro bayar hotel, nek duit q kurang piye?opo aq mlaku nang Suroboyo?” aq langsung berdiri tak percaya.
Sambil menyalakan lampu, aq menuju kamar mandi. Membasuh muka untuk menyadarkan diri. HP terus terhubung dengan Surabaya.
“ Makanya ini aq mau ngasih tahu kamu, wes saiki awakmu ndang beres-beres barang terus bayar hotel ke resepsionis. Terus kamu nyegat bes di depan hotel.” Ujar mbak Dxxxxxx.
“ Mbak nek duit q kurang piye?”
“ Bayar seadanya dulu, jaminan KTP. Wes yo, assalamu alaikum.”
Tiiiiiiiiitttttttt……….
Aq diam terpana, sambil melihat wajah diri di cermin kamar mandi. Jxxxxxx, arek-arek ninggal aq. Ngawur arek-arek iki. Teriak q dalam hati. Oke, jangan panik. Sekarang ambil wudlu, sholat biar bisa berfikir dan bertindak dengan tepat.
Selesai wudlu, aq kembali ke tempat tidur.
Tok..tok…tok….
Terdengar suara pintu diketuk orang. Aq langsung melihat melalui kaca jendela. Terlihat sesosok manusia berambut panjang yang tadi mengetuk pintu berlari meninggalkan kamar. Menuju arah pendopo. Dengan rasa ingin tahu, q buka pintu dan mengejar sesosok manusia tersebut.
DAN….
(dalam hati) Brengsek aq dikerjain anak-anak.
Semua teman-teman berkumpul di pendopo. Sambil main poker, mereka tertawa melihat expresi wajah q.
Dengan senyum yang dipaksakan, aq pun tertawa. Menertawai kejahilan teman-teman q.
“ Gak LUCUUUU…..” teiak q sambil tertawa.

Nb: thanx semua…

still unfair live

ketika aku kecil( koq jadi seperti cerita anak-anak, hehehe), masih mengaji di langgar kami yang juga kecil, aku paling suka mengaji kita “ALALA”. sebuah kitab yang(lagi-lagi,red) kecil ukurannya, dibaca dan dihafalkan secara berirama atau dengan senandung. kenapa dinamakan kitab “ALALA”??? Karena kitab ini dimulai dengan kalimat ALALA.

Baitnya seperti ini :

” alala tanalul ilma il-la bisittatin

saumbi kaam majmuu ihabi bayaanii”

yang artinya, ingatlah ketika menuntut ilmu, kamu tidak akan berhasil kecuali dengan 6 perkara.

***

di pelajaran akhir Kitab “ALALA”, ada 1 nasehat utama. bahwa seorang santri/ pelajar harus berjalan di muka bumi ALLOH untuk mengamalkan ilmu nya. Juga untuk mendapatkan ilmu-ilmu baru yang belum di pelajari. “Berjalan di muka bumi”, aku memaknai nya dengan “berpetualang”. atau menjelajah temapt-temapt jauh yang belum pernah aq singgahi. bahasa kerennya, menjadi “backpaker”.

aku sendIri merasakan arti dari nasehat ITU. ketika berjalan di muka bumi(berpetualang,red) aku  mendapatkan banyak pelajaran. semua pelajaran atau Ibroh. aku jadi tahu berbagai karakter manusia, aku jadi tahu kekuasan Alloh, aku jadi  merasakan kedekatan dengan Alloh. seperti perjalanan ku ke Bojonegoro. bukan hanya ke kotanya tapi ke setiap pelosok Bojonegoro. termasuk di daerah terpencil di perbatasan,  desa Setren Kecamatan Ngasem.

pemandangan yang indah, karena di setiap jalan dipagari oleh sawah dan hutan, warga desa setren juga ramah. penduduk nya sangat “kona’ah”. boso jowone “nriman”. mereka tidak banyak menuntut kepada pemerintah. soal jalan yang rusak, soal listrik yang belum sepenuhnya dinikmati warga hingga soal kemajuan teknologi. baik televisi maupun HP. maklum di Desa ini sinyal operator seperti lagu BBB, putus -nyambung….

sehari semalam di Desa Setren, banyak hal yang aq temui dan jadikan aku pelajaran hidup. soal ketaatan ibadah , soal nriman nya, soal hubungan dengan masyarakat dan juga soal aspek pembangunan desa.

terutama aspek pembangunan desa.

apakah pemerintah, baik pusat atau daerah, tidak ada program buat desa terpencil seperti ini???kesan yang aku dapat adalah, desa ini sangat tertinggal dengan kemajuan kota nya. terus dimana sila ke lima Pancasila itu???  “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

aku membayang kan, bagaimana jadi nya kalau aku lahir dan hidup di desa ini. aku membayangkan, aku tidak akan bisa menikmati aksi2 CR7, lionel Messi ataupun steve G. karena tidak ada ada siaran TV. aku jadi tidak tahu apa itu internet, email, blog,friendster, atau facebook.  terus dimana keadilan itu?

akhirnya seperti yang pernah aku dengan dari Bapak Don Rozano. LIVE IS UNFAIR

Unfair Live

dari harian nasional Surabaya.

Antre demi Berlian di Jakarta, Antre demi BLT di Purbalingga
JAKARTA - Kemarin ada antrean panjang di dua tempat berbeda: sama-sama antre sejak pagi dan sama-sama melibatkan ratusan orang. Yang berbeda adalah status orang yang antre. Di tempat pertama, tepatnya di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, ratusan orang antre demi mendapatkan BLT (bantuan langsung tunai) Rp 200 ribu.

Di tempat lain, tepatnya di toko perhiasan Felice di atrium Senayan City, Jakarta, ratusan orang yang didominasi kaum hawa, rela berdesak-desakan sejak pagi. Mereka antre demi mendapatkan diskon spesial di toko perhiasan tersebut.

Kemarin Felice memang menjual perhiasan, termasuk berlian, dengan harga diskon hingga 90 persen. Jika dinominalkan, potongan harga yang bisa dinikmati pembeli antara Rp 200 ribu hingga jutaan rupiah.

Inilah yang mengundang antusiasme pembeli, terutama kaum hawa. Bahkan, mereka rela antre sejak pukul 07.00 meski mal tersebut baru dibuka pukul 10.00. “Lumayan, aku beli cincin dapat diskon Rp 200 ribu,” kata salah seorang pengantre, ibu muda yang datang dari Bekasi sejak pukul 06.00.

Begitu counter dibuka, tak lebih dari satu jam, sejumlah item berlian yang dibentuk beragam seperti cincin, gelang dan liontin, ludes terjual.

Di tempat yang sama, antrean lebih banyak terjadi mulai lantai 6 hingga 8. Ribuan orang terlihat mengantre demi mendapatkan sandal impor dari Amerika merek Crocs yang kemarin memberikan diskon spesial hingga 70 persen.

“Antusiasme pengunjung dalam sehari mencapai lima ribu orang lebih. Untuk mencegah berjubelnya pembeli, petugas mal membentuk antrean,” jelas Public Relation and Tenant Communication Senayan City Sri Ayu Ningsih.

Berbeda antrean di Senayan City, berbeda pula antrean di Kabupaten Purbalingga, tepatnya di Desa Majapura, Kecamatan Bobotsari. Di tempat itu ratusan orang kemarin rela antre untuk mendapatkan BLT Rp 200 ribu. Kemarin merupakan hari keempat pembagian BLT. Tapi, antrean BLT itu diwarnai kekecewaan ratusan warga. Penyebabnya, mereka sudah antre sejak pagi. Tapi, begitu mendapat giliran, mereka tak bisa menerima uang.

Setelah ditelisik, mereka terhambat persyaratan yang tak lengkap. Syarat yang tak lengkap itu adalah surat keterangan dari perangkat desa dan KK (kartu keluarga). “Syarat yang tak lengkap itu karena komunikasi yang terputus,” kata Toto Rusmanto, anggota monitoring dan evaluasi BLT di Purbalingga. (yer/amr/jpnn/kum)

apa yang ada dalam pikiran anda? ironis, terharu terenyuh atau cuek?
menurut ku, jawaban terakhir adalah yang paling realistik.
saya jadi teringat waktu maba. kemudian ada alumni yang memberi seminar. kata-kata pertama yang disamapaikan adALah “UNFAIR LIVE”.
Kata-kata itu selelu terpatri dalam diriku. karena banyak sekali kejadian itu di sekitar kita.
di satu sisi 1 keluarga memiiki beberapa rumah dan vila. di ujung jalan perumahannya, 1 keluarga hidup di gubuk yang reot.
seperti juga gambar di atas.
di satu sisi orang antri “berlian” demi gengsi, di satu sisi orang antri “BLT” demi kelanjutan hidup.
memang hidup di dunia tidak lah adil. terutama bagi orang miskin yang tidak mampu. yang selalu terabaikan dan terhinakan (mengutip lirik lagu koesplus pembaharuan,red)65245large1

Kesenjangan Sosial

Dalam beberapa hari terakhir terlihat iklan layanan masyarakat di Tv One yang menampilkan Iwan Fals.
Iwan Fals bernyanyi dengan klip tentang peradok nya kehidupan di sekitar kita. Digambarkan ada anak-anak SD sedang ‘bermain” laptop dan blackberry. Padahal banyak anak seusianya yang tidak bisa melanjutkan sekolah.
Sekelompok pemuda berpesta, padahal ada banyak orang yang meninggal karena kelaparan ketika mereka berpesta.
Di akhir sesi, ada pesan:
seandainya setiap 1 orang kaya mau membantu 1 orang miskin, niscaya kemiskinan di Indonesia akan hilang.
Itulah sepenggal layanan masyarakat yang saya tangkap. Memang tidak sama persis dengan yang di tv. Namun kira-kira intinya adalah seperti tadi.

Ketika melihat iklan ini, ada rasa terenyuh dan haru. Terkadang kita tidak menyadari atau tidak mau sadar akan lingkungan sekitar kita. Disaat kita kenyang, kita lupa bahwa di sekitar kita masih banyak orang yang kelaparan karena tidak ada yang dimakan.
Kita sibuk dengan urusan mengejar kekayaan pribadi tanpa peduli dengan kekurangan dan kemiskinan di sekitar kita. Bukan berarti kita tidak boleh mengejar kekayaan. Tapi terkadang kita lupa untuk membantu saudara-saudara kita yang miskin dan membutuhkan.
Kadang kita dengan mudah membeli sepatu berharga jutaan, tapi ketika mengisi kotak amal, begitu beratnya mengeluarkan uang Rp.10.000,
Kadang kita tidak perlu berpikir panjang untuk membeli tas berharga jutaan rupiah, tapi kita berpikir 1000 kali untuk memberi sumbangan pembangunan masjid.
Apakah sebegitu hedonis kita ini? Semoga tidak, semoga ini hanyalah kealpaan sesaat.
Kalimat terakhir, seandainya 1 orang kaya mau membantu 1 orang miskin, nisacaya kemiskinan di Indonesia akan hilang. Saya pikir jumlah orang mampu dan kaya di Indoneisa jauh lebih besar dari jumlah orang miskin. Yang artinya 1 orang miskin bisa dibantu oleh 2 atau 3 orang kaya. Tentunya itu semakin ringan.
Sebagai manusia, saya pribadi, hanya bisa saling memberi nasehat. Dan saya yakin, masih banyak orang-orang mampu dan kaya yang mau membantu orang miskin. Sehingga kesenjangan sosial diantara si miskin dan si kaya bisa kita hilangkan.
Semoga tulisan ini mengingatkan saya dan juga teman-teman yang membaca.

GO BLOG

go blog, terserah anda menilai dari segi bahasa atau tulisan. yang pasti, menurut bahasa Indonesia, sesuai dengan EYD, go blog sangat, sangat tidak sesuai.
minggu-minggu ini yang paling trend di dunia cyber, menurut ku dan juga menurut media (kompas) adalah demam facebook dan blog.
fecbook situs jejaring sosial yang lagi “tune” saat ini telah menembus semua lapisan masyarakat. mahasiswa, dosen, karyawan, bos, ibu rumah tangga, intinya semuanya.ada beberapa perusahaan yang menyelidiki calon pegawai nya dengan melihat account fb-nya.bahkan Telkom bandung mewajibkan karyawannya punya account di fb dan blog. ini pasti berita gembira bagi fb-er di Telkom bandung. hahahaha…terlepas baik dan buruk nya dampak fb bagi kehidupan “nyata” seseorang.
blog…
oke, ini yang aq mau cerita.
kalo di fb kita lebih banyak nampang dan narsis, di blog kita belajar untuk mengexpresikan diri melalui bahasa tulis. dan tentunya tidak mudah. kita bisa bicara 1 jam nonstop.tentang apa saja. tapi kalau kita di minta untuk menulis apa yang barusan kita bicarakan dalam 1 jam tadi, mungkin hasilnya adalah hanya selembar kertas.
karena bahasa tulis mempunyai banyak dimensi.yang berbeda dengan bahasa lisan.

setelah ikut kopdar, alias kopi darat, blogger mojokerto, ada semangat baru untuk memajukan diri dan masyarakat melalui teknologi. salah satu nya dengan blog. bertemu secara nyata dengan orang2 yang selama ini hanya di lihat melalui media lcd atau monitor. tentunya banyak kejutan. lho ternyata mas agung ini tho. ohhh ternyata mas sugeng lebih xxxxx dari yang ada di foto, lho ternyata sampeyan tonggo dewe, de-el-el….
kopdar blogger emang asyik, setidak nya itu penilaian pribadi ku. dan banyak hal baru yang kita dapatkan.
juga pengalaman-pegalaman lseru dan lucu.
salah satunya terkena razia.
kopdar biasanya diadakan di tempat yang strategis. bia di tempat yang ramai, coozy, sepi atau yang tenang seperti di pinggir sungai brantas. (lho….)
yang pasti, tempat yang asyik dan nyaman buat nongkrong atau cangkru-an.
sial nya tempat cangkru-an biasanya dijadikan tempat “yang kurang baik”. maka jangan heran kalau tempat cangkruk-an sering di razia. baik oleh satpam(SATPAM,ini satpam mana sih), pol PP atau pu POL yang beneran, alias POLISI.
meski rada kaget, karena kita orang baik, berniat baik, melakukan sesuatu yang baik, dengan jalan yang baik, untuk tujuan yang baik semuanya happy ending. tidak ada yang sampai di angkut ke mobil razia, ALHAMDULILLAH….

akhir nya untuk teman2 “blogger mojokerto” TETAP SEHAT TETAP SEMANGAT jadi bisa JALAN-JALAN DAN MAKAN-MAKAN….(lho koq jadi pak bandan….)

dan GOOOOOOOOOOOOOOOOO bloggggggggggggggggggg

Cinta, kesetiaan dan pengorbanan

Sore tadi, aku membaca sebuah koran nasional terbitan Surabaya. Di halaman cover story, terdapat cerita istri-istri yang tangguh dan tabah dalam menghadapi cobaan sakit suaminya. Suami yang sakit parah dan harus selalu didampingi orang-orang tercinta untuk kuat menghadapi sakit yang parah.

Di saat itulah kesetiaan seorang istri diuji. Meninggalkan kesibukan dan kesenangan pribadi untuk menemani dan merawat suami tercinta. Sebuah pengorbanan dan kesetiaan yang mulia. Terlepas dari apa motivasinya, perbuatan itu sungguh suatu tindakan heroik. Cinta dan kesetiaan adalah kunci dari perbuatan itu.

Bagi kita, termasuk saya, generasi yang lebih muda cinta dan kesetiaan adalah hal yang langka. Kalau tidak dibilang tidak ada. Tidak hanya soal cinta dan asmara, tetapi juga pada komitmen kita. Komitmen akan sebuah komunitas sosial masyarakat. Apakah kita masih peduli pada masyarakat kita yang terabaikan. Masyarakat yang terabaikan secara ekonomi dan  sosial. Masyarakat yang hanya dilirik saat kampanye. Dan diabaikan dalam jalannya pemerintahan dan pembangunan.

malank minggu

malam minggu, orang bilang malam yang panjang. malam yang asyik buat pacaran. tapi, karena sejak kecil aq gak pernah ber-malam minggu-an, semuanya terasa biasa. yang membedakan adalah, di weekend aq bisa nonton Liga-liga Eropa, liga inggris atau liga itali. that is my beloved match.

kalo di rumah, alis kampung, malam minggu biasanya remaja kampung ada “terbangan”, baca sholawat diiringi dengan tetabuhan. selesai jam 9 malam. trus nonton bola di TV.

ketika di Kota, hehehe, acara malam minggu juga tidak banyak berubah. tetap acara favorit adalah nonton bola di TV.

malam minggu, 31 januari ada teman yang ngajak malam mingguan. mau kemana?aq tanya.

jalan-jalan aja.

oke.

kita gak mau ke mall, coz udah biasa. rencananya kita jalan ke balai kota, makan lesehan di PKL sambil lihat lalu lintas jalan raya. atau lihat2 pameran di balai pemuda. biasanya di Balai Pemuda ada kegiatan. entah kenapa koq hari ini gak ada kegiatan. pameran, konser,atau sekedar anak2 punk yang kumpul.

sampai di balai kota, hujan gerimis…dannnnnn PKL pun hilang….ke balai pemuda, ternyata gak da kegiatan apapun. sepi….bahkan lampu juga gak dinyalakan.

akhirnya kita muter2 keliling kota gak jelas. sampai bensin menipis.setelah muter2 capek. kita berhenti. cari warung yang enak buat nyantai.dapat.

ada tv yang nyiarain bola lagi. klop.

pesan minuman hangat ditambah gorengan. benar-benar nikmat.

sambil ngobrol, suasana menjadi ramai. dalam obrolan tadi. teman q berceloteh.

emang kita gak cocok malam mingguan. sekali ingin malam mingguan. ada aja gangguannya. mulai gerimis. PKl yang pada kabur, balai kota yang gak ada kegiatan.

kita emang cocok nya lihat bola aja untu acara malam mingguan.

setelah aq pikir, bener juga nih orang.

oke… see you malam mingguan dangan nonton bola…

Teman

teman, apa yang ada dalam pikiran mu?

setelah sekian lama, aq bertemu dengan mu. tidak hanaya bertemu tapi aq berkunjung ke rumah mu.

berubah, itulah yang aq rasakan. karena bagiku yang tetap abadi adalah perubahan  itu sendiri.

setelah lelah melalui jalan raya yang tidak berujung, karena aq gak pernah tahu dimana akhir dari jalan raya yang aq lalui, aq memandang mu berdiri di depan rumah. menunggu. menunggu teman yang akan datang. yah…, itu adalah aq. juga teman q dan juga teman mu.

kita sekarang berbeda, dan aq rasakan perbedaan itu. entah karena status, atau memang karena keadaan. yang sudah tentu berbeda dengan yang kita alami dulu.

ingin aq mengulang waktu yang seperti dulu. tapi itu hanya khayalan yang tak akan pernah jadi kenyataan. bahkan dalam mimpi sekalipun.

teman…

aq ingin engkau tahu apa yang kurasakan. tapi mulut q tak pernah mau mengeluarkan isi hati dan pikiran q. bahkan untuk sekedar  menyapa lewat sms atau email. seharusnya sekarang lebih mudah. dengan segala kemudahan teknologi yang ada.

tapi bagi ku, semua terasa berat untuk menyampaikan nya.

mungkin aq yang salah. dan memang aq yang salah. banyak yang telah aq lewatkan dan aq pun tergilas oleh waktu. dan benarlah kata-kata mutiara yang aq baca dulu, “waktu seperti pedang, bila kamu tidak bisa memanfaatkannya dengan baik, waktu akan melukaimu seperti pedang.

ohhh…teman…

dalam kesendirian da keheningan q, aq akan selalu berdoa untukmu…

untuk semua yang telah kita lalui…

dan untuk masa yang akan datang…